Minggu, 10 November 2013

Diare, Epidemiologi Gizi


Martyani Nurrillah – P2.06.31.1.12.023
Epidemiologi Gizi – drg. Hadiyat Miko, M. Kes.

A.    Pengertian Diare
Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau cair. (Suriadi,Rita Yuliani,  2001).
Diare didefinisikan sebagai buang air besar lembek atau cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya (3 kali atau lebih dalam sehari) (Depkes RI Ditjen PPM dan PLP, 2002).
B.     Jenis Diare
Ada beberapa jenis diare, yaitu:
1.      Diare cair akut, yaitu diare yang berlangsung kurang dari 14 hari (umumnya kurang dari 7 hari) dengan pengeluaran tinja yang lunak atau cair yang sering dan tanpa darah, mungkin disertai muntah dan panas. Akibat diare akut adalah dehidrasi, sedangkan dehidrasi merupakan penyebab utama kematian bagi penderita diare.
2.      Disentri, yaitu diare yang disertai darah dengan atau tanpa lendir dalam tinjanya. Akibat disentri adalah anoreksia, penurunan berat badan dengan cepat, kerusakan mukosa usus karena bakteri invasif.
3.      Diare persisten, yaitu diare yang mula-mula bersifat akut namun berlangsung lebih dari 14 hari. Episode ini dapat dimulai sebagai diare cair atau disentri. Akibat diare persisten adalah penurunan berat badan dan gangguan metabolisme.
4.      Diare dengan masalah lain. Anak yang menderita diare (diare akut dan persisten) mungkin juga disertai dengan penyakit lain seperti demam, gangguan gizi, atau penyakit lainnya. Tatalaksana penderita diare ini berdasarkan acuan baku diare dan tergantung juga pada penyakit yang menyertainya.
C.     Etiologi Diare
Diare dapat disebabkan oleh faktor infeksi , malabsorpsi (gangguan penyerapan zat gizi), makanan, dan faktor psikologis.
1.      Faktor infeksi
a.       Infeksi enteral, yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Infeksi enteral ini meliputi:
1.      Infeksi bakteri: Vibrio, E.Coli, Salmonella, Shigella, Campylobacter, Aeromonas dll.
2.      Infeksi Virus: Enterovirus, Adenovirus, Rotavirus, Astovirus dll.
3.      Infeksi parasit: Cacing (Ascaris, Trichiuris, Oxyuris), Protozoa (entamoeba histolitika, giardia lamblia), jamur (candida albicans).
b.      Infeksi parenteral yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan, seperti OMA, tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis, dsb.
2.      Faktor malabsorpsi
a.       Malabsorpsi karbohidrat
b.      Malabsorpsi lemak
c.       Malabsorpsi protein
3.      Faktor makanan
Makanan yang menyebabkan diare adalah makanan yang tercemar, basi, beracun, terlalu banyak lemak, mentah (misal, sayuran), dan kurang matang.
4.      Faktor psikologis
Rasa takut, cemas dan tegang, jika terjadi pada anak akan menyebabkan diare kronis.
D.    Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala anak yang menderita diare, yaitu:
1.    Bayi atau anak menjadi cengeng dan gelisah
2.    Suhu tubuh meninggi
3.    Feces encer, berlendir atau berdarah
4.    Warna feces kehijauan akibat bercampur dengan cairan empedu
5.    Anus lecet
6.    Muntah sebelum dan sesudah diare
7.    Gangguan gizi akibat intake makanan kurang
8.    Terdapat tanda dan gejala dehidrasi, yaitu penurunan berat badan, turgor kulit berkurang, mata dan ubun-ubun besar cekung, membran mukosa kering.
E.     Data Diare di Indonesia
Diare merupakan penyebab utama kematian bayi dan anak alita (usia 1 bulan sampai < 5 tahun) di Indonesia. Berdasrkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdar, 2007) yang dilakukan oleh Kemenkes (Litbangkes pada tahun 2007, penyakit diare menjadi penyebab utama kematian bayi (31,4%) dan anak balita (25,5%). Diare dapat membunuh anak-anak karena diare sering menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) tingkat berat.
Proporsi penyebab kematian pada umur 29 hari – 4 tahun, Riskesdas 2007
No
29 hari – 11  bulan (n=173)
%
1-4 tahun (n=103)
%
1
Diare
31,4
Diare
25,2
2
Pneumonia
23,8
Pneumonia
15,5
3
Meningitis
9,3
Necroticans Entero Collitis
10,7
4
Kelainan saluran pencernaan
6,4
Meningitis
8,8
5
Kelainan jantung congenital dan hidrosefalus
5,8
Demam berdsrsh dengue
6,8
6
Sepsis
4,1
Campak
5,8
7
Tetanus
2,9
Tenggelam
4,9
8
Malnutrisi
2,3
TB
3,9
9
TB
1,2
Malaria
2,9
10
Campak
1,2
Leukemia
2,9
Sumber: Riskesdas, 2007
Dari data di atas dapat diketahui bahwa diare menempati tempat paling atas penyebab kematian bayi (31,4%) dan anak balita (25,2%) pada tahun 2007.

Daftar Pustaka