Martyani Nurrillah –
P2.06.31.1.12.023
Epidemiologi Gizi – drg. Hadiyat Miko,
M. Kes.
A. Pengertian
Diare
Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara
berlebihan yang terjadi karena frekuensi satu kali atau lebih buang air besar
dengan bentuk tinja yang encer atau cair. (Suriadi,Rita Yuliani, 2001).
Diare didefinisikan sebagai buang air besar lembek atau
cair bahkan dapat berupa air saja yang frekuensinya lebih sering dari biasanya
(3 kali atau lebih dalam sehari) (Depkes RI Ditjen PPM dan PLP, 2002).
B. Jenis Diare
Ada beberapa jenis diare, yaitu:
1.
Diare cair akut,
yaitu diare yang berlangsung kurang dari 14 hari (umumnya kurang dari 7 hari)
dengan pengeluaran tinja yang lunak atau cair yang sering dan tanpa darah,
mungkin disertai muntah dan panas. Akibat diare akut adalah dehidrasi,
sedangkan dehidrasi merupakan penyebab utama kematian bagi penderita diare.
2.
Disentri, yaitu
diare yang disertai darah dengan atau tanpa lendir dalam tinjanya. Akibat
disentri adalah anoreksia, penurunan berat badan dengan cepat, kerusakan mukosa
usus karena bakteri invasif.
3.
Diare persisten,
yaitu diare yang mula-mula bersifat akut namun berlangsung lebih dari 14 hari.
Episode ini dapat dimulai sebagai diare cair atau disentri. Akibat diare
persisten adalah penurunan berat badan dan gangguan metabolisme.
4.
Diare dengan masalah
lain. Anak yang menderita diare (diare akut dan persisten) mungkin juga
disertai dengan penyakit lain seperti demam, gangguan gizi, atau penyakit
lainnya. Tatalaksana penderita diare ini berdasarkan acuan baku diare dan
tergantung juga pada penyakit yang menyertainya.
C.
Etiologi Diare
Diare dapat disebabkan oleh faktor infeksi , malabsorpsi
(gangguan penyerapan zat gizi), makanan, dan faktor psikologis.
1.
Faktor infeksi
a.
Infeksi enteral,
yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak.
Infeksi enteral ini meliputi:
1.
Infeksi bakteri: Vibrio, E.Coli, Salmonella, Shigella,
Campylobacter, Aeromonas dll.
2.
Infeksi Virus: Enterovirus, Adenovirus,
Rotavirus, Astovirus dll.
3.
Infeksi parasit:
Cacing (Ascaris, Trichiuris, Oxyuris),
Protozoa (entamoeba histolitika, giardia
lamblia), jamur (candida albicans).
b.
Infeksi parenteral
yaitu infeksi di bagian tubuh lain di luar alat pencernaan, seperti OMA,
tonsilofaringitis, bronkopneumonia, ensefalitis, dsb.
2.
Faktor malabsorpsi
a.
Malabsorpsi
karbohidrat
b.
Malabsorpsi lemak
c.
Malabsorpsi protein
3.
Faktor makanan
Makanan
yang menyebabkan diare adalah makanan yang tercemar, basi, beracun, terlalu
banyak lemak, mentah (misal, sayuran), dan kurang matang.
4.
Faktor psikologis
Rasa
takut, cemas dan tegang, jika terjadi pada anak akan menyebabkan diare kronis.
D. Manifestasi Klinis
Tanda dan gejala
anak yang menderita diare, yaitu:
1.
Bayi atau anak
menjadi cengeng dan gelisah
2.
Suhu tubuh meninggi
3.
Feces encer,
berlendir atau berdarah
4.
Warna feces
kehijauan akibat bercampur dengan cairan empedu
5.
Anus lecet
6.
Muntah sebelum dan
sesudah diare
7.
Gangguan gizi akibat
intake makanan kurang
8.
Terdapat tanda dan
gejala dehidrasi, yaitu penurunan berat badan, turgor kulit berkurang, mata dan
ubun-ubun besar cekung, membran mukosa kering.
E. Data Diare di
Indonesia
Diare merupakan penyebab utama kematian bayi dan anak
alita (usia 1 bulan sampai < 5 tahun) di Indonesia. Berdasrkan hasil Riset
Kesehatan Dasar (Riskesdar, 2007) yang dilakukan oleh Kemenkes (Litbangkes pada
tahun 2007, penyakit diare menjadi penyebab utama kematian bayi (31,4%) dan
anak balita (25,5%). Diare dapat membunuh anak-anak karena diare sering
menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) tingkat berat.
Proporsi penyebab kematian pada umur 29 hari – 4 tahun,
Riskesdas 2007
No
|
29 hari – 11 bulan (n=173)
|
%
|
1-4 tahun (n=103)
|
%
|
1
|
Diare
|
31,4
|
Diare
|
25,2
|
2
|
Pneumonia
|
23,8
|
Pneumonia
|
15,5
|
3
|
Meningitis
|
9,3
|
Necroticans Entero
Collitis
|
10,7
|
4
|
Kelainan saluran
pencernaan
|
6,4
|
Meningitis
|
8,8
|
5
|
Kelainan jantung
congenital dan hidrosefalus
|
5,8
|
Demam berdsrsh
dengue
|
6,8
|
6
|
Sepsis
|
4,1
|
Campak
|
5,8
|
7
|
Tetanus
|
2,9
|
Tenggelam
|
4,9
|
8
|
Malnutrisi
|
2,3
|
TB
|
3,9
|
9
|
TB
|
1,2
|
Malaria
|
2,9
|
10
|
Campak
|
1,2
|
Leukemia
|
2,9
|
Sumber:
Riskesdas, 2007
Dari data di atas dapat diketahui bahwa diare menempati tempat paling atas penyebab kematian bayi (31,4%) dan anak balita (25,2%) pada tahun 2007.
Daftar Pustaka